Emas Menguat, Dolar Melemah Perkuat Ekspektasi Fed Tahan Suku Bunga
Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (15/8) dan berada di jalur kenaikan mingguan, ditopang pelemahan dolar AS setelah rangkaian data inflasi Amerika Serikat pekan ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September.
Emas spot naik sekitar 0,7% ke US$4.379,95 per troy ons. Pada sesi sebelumnya, harga sempat terkoreksi 1,3% akibat aksi profit taking setelah menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni. Secara mingguan, emas masih mencatat kenaikan sekitar 0,9%, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,4% di US$4.437,30.
Pelemahan dolar menjadi salah satu pendorong utama penguatan logam mulia. Dollar Index turun sekitar 0,3%, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut membantu mengembalikan minat beli setelah koreksi pada sesi sebelumnya.
Dukungan terhadap emas juga datang dari data tenaga kerja AS yang lebih lemah. Nonfarm Payrolls Juli secara tak terduga mengalami penurunan, sementara data inflasi yang dirilis pekan ini secara umum sejalan dengan ekspektasi pasar. Kombinasi tersebut semakin mengurangi tekanan bagi The Fed untuk kembali mengetatkan kebijakan moneternya.
Pasar kini semakin memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga bulan depan turun menjadi sekitar 33%, dibandingkan sekitar 55% pada pekan sebelumnya.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id