Hormuz Belum Aman, Brent Kembali Dekati US$90
Harga minyak menguat pada sesi AS Jumat (14/8), dengan Brent bergerak di sekitar US$87 per barel. Kenaikan dipicu meningkatnya kekhawatiran pasokan setelah Amerika Serikat menyatakan blokade laut terhadap Iran dapat dipertahankan tanpa batas waktu, sementara pembicaraan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz belum menunjukkan kemajuan.
Meski risiko geopolitik masih menopang harga, kenaikan minyak tetap dibatasi oleh lonjakan persediaan minyak mentah AS dan proyeksi permintaan global yang lebih lemah. Analisis Newsmaker: selama Hormuz belum kembali normal, Brent masih berpeluang bertahan di atas US$85 dan menguji area US$90, tetapi aksi profit taking tetap berisiko muncul jika ketegangan tidak meningkat lebih jauh.
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $87.89
- Buy jika harga bergerak ke $88,06
- Sell jika harga bergerak ke $87,70
Resistance 2: $88,45
Resistance 1: $88,25
Support 1: $87,50
Support 2: $87,29
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id