AS Perketat Impor Bahan Baku Chip, Ketegangan dengan China Meningkat
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan berencana mengenakan tarif sebesar 15% terhadap produk turunan polysilicon. Kebijakan tersebut akan diumumkan bersamaan dengan hasil penyelidikan Section 232 terkait dampak impor polysilicon terhadap keamanan nasional Amerika Serikat, yang dapat dirilis paling cepat pada Kamis.
Polysilicon merupakan bahan baku penting dalam produksi panel surya dan semikonduktor. Pemerintah AS menilai dominasi China, subsidi besar, serta kelebihan kapasitas produksi telah menekan harga global hingga menyulitkan produsen Amerika untuk bersaing. Washington juga mempertimbangkan penerapan harga minimum impor guna melindungi pabrik polysilicon domestik.
Kebijakan tersebut berpotensi menguntungkan perusahaan produsen polysilicon dan panel surya di Amerika Serikat, termasuk Hemlock Semiconductor dan Wacker Chemie. Sejumlah saham perusahaan energi surya yang terdaftar di AS sebelumnya menguat setelah rencana tarif dan harga minimum tersebut dilaporkan. Namun, biaya bahan baku untuk pengembang proyek tenaga surya dan produsen semikonduktor juga berisiko meningkat.
China menolak penyelidikan tersebut dan meminta Amerika Serikat menghentikan penggunaan tarif Section 232. Beijing menilai persoalan perdagangan seharusnya diselesaikan melalui dialog. Apabila China membalas dengan pembatasan ekspor atau tarif baru, ketegangan perdagangan berpotensi meluas ke industri energi bersih, semikonduktor, kendaraan listrik, dan teknologi kecerdasan buatan.
Dampak terhadap Market :
Saham energi surya AS: Produsen domestik berpotensi mendapat sentimen positif karena tarif dapat mengurangi tekanan dari produk impor murah. Namun, perusahaan yang bergantung pada bahan baku luar negeri dapat menghadapi kenaikan biaya.
Saham semikonduktor: Dampaknya cenderung campuran. Perlindungan rantai pasok AS dapat menjadi sentimen positif jangka panjang, tetapi kenaikan harga polysilicon berisiko meningkatkan biaya produksi.
Dolar AS: Dampak awal kemungkinan terbatas karena tarif hanya menyasar sektor tertentu. Dolar dapat menguat apabila pasar melihat tarif sebagai pemicu inflasi dan suku bunga tinggi, tetapi bisa tertekan jika perang dagang mengganggu pertumbuhan ekonomi AS.
Emas: Ketegangan dagang AS–China dapat mendukung emas sebagai aset aman. Namun, apabila kebijakan tarif mendorong yield obligasi dan dolar naik, reli emas berpotensi tertahan.(CP)