Pidato Trump Soroti Pajak dan Ekspor, Pasar Menanti Bukti Ekonomi AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato di Red Rock Casino Resort and Spa, Las Vegas, dengan fokus utama pada kondisi ekonomi dan kebijakan pemotongan pajak pemerintahannya. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Partai Republik memperkuat dukungan menjelang pemilu sela November yang akan menentukan kendali Kongres AS.
Trump menonjolkan kebijakan penghapusan pajak atas tip, pendapatan lembur, serta pendapatan Social Security bagi banyak warga Amerika. Ia mengatakan kebijakan tersebut membuat pekerja membawa pulang pendapatan yang lebih besar. Las Vegas mendapat perhatian khusus karena banyak pekerja hotel, kasino, restoran, dan sektor jasa di kota tersebut menggantungkan sebagian pendapatannya pada tip.
Trump juga menggambarkan ekonomi serta aktivitas perdagangan Amerika sebagai sangat kuat. Ia mengklaim ekspor AS telah melonjak ke level tertinggi. Namun, data resmi menunjukkan ekspor pada Juni turun 0,9% menjadi US$314,7 miliar, meskipun secara kumulatif sejak awal tahun masih meningkat 11,7%, terutama ditopang ekspor emas, minyak, dan produk energi.
Pidato tersebut turut menyinggung tarif perdagangan, produksi dalam negeri, biaya energi, dan rencana layanan kesehatan. Namun, Trump tidak menyampaikan kebijakan baru mengenai suku bunga The Fed maupun pengumuman final mengenai pembukaan Selat Hormuz. Pernyataan mengenai Iran disampaikan secara terpisah sebelum acara, ketika Trump mengatakan pembicaraan berlangsung baik dan Hormuz diharapkan segera dibuka, tetapi ia kembali mengancam Iran apabila negosiasi gagal.
Dampak terhadap Market :
Dolar AS: Pidato ini sedikit positif bagi dolar karena Trump menekankan pertumbuhan, pemotongan pajak, dan penguatan ekonomi AS. Namun, dampaknya terbatas karena tidak ada komentar baru mengenai suku bunga. Arah dolar tetap lebih banyak ditentukan oleh Jobless Claims, produktivitas, dan NFP.
Emas: Nada optimistis mengenai ekonomi dapat memicu profit-taking terbatas pada emas. Namun, pidato tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan sentimen setelah data ADP melemah. Emas masih lebih sensitif terhadap dolar, yield, dan hasil NFP.
Minyak: Tidak adanya pengumuman final mengenai Hormuz membuat premi risiko belum sepenuhnya hilang. Harapan kesepakatan AS–Iran tetap bearish bagi minyak, tetapi ancaman Trump jika perundingan gagal dapat menahan penurunan.
Saham AS: Kebijakan pemotongan pajak dapat mendukung saham konsumsi, perhotelan, dan usaha kecil. Sebaliknya, penekanan Trump pada tarif tetap membawa risiko kenaikan biaya bagi perusahaan yang bergantung pada barang impor.(CP)