Emas Naik, Jeda Konflik Redakan Tekanan Suku Bunga
Harga emas menguat pada perdagangan Senin (27/7) setelah jeda serangan antara Amerika Serikat dan Iran menekan harga minyak. Emas spot naik 0,9% menjadi US$4.089,03 per troy ounce.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga menguat 0,5% ke level US$4.090,80. Penurunan harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan risiko kenaikan suku bunga.
Iran menyatakan akan menghentikan serangan selama Amerika Serikat juga menahan operasi militernya. Kabar tersebut meningkatkan harapan bahwa konflik di sekitar Selat Hormuz dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Harga minyak turun lebih dari 6% pada Senin. Indeks Dolar AS juga melemah 0,2%, sehingga emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Investor kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu. Sekitar 66% pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, sementara peluang kenaikan pada September mencapai sekitar 77%.
Selama harga minyak, dolar, dan imbal hasil obligasi AS tetap menurun, emas berpeluang mempertahankan penguatannya. Namun, arah harga selanjutnya masih bergantung pada perkembangan konflik Iran dan pernyataan The Fed mengenai kebijakan suku bunga.(yds)
Sumber: Newsmaker.id