Jeda Konflik Bertahan, Brent Anjlok di Bawah $90
Harga minyak turun tajam pada perdagangan Senin (27/7) setelah jeda konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih bertahan. Minyak Brent untuk pengiriman September anjlok 7,3% menjadi sekitar US$89,73 per barel.
Minyak West Texas Intermediate atau WTI juga melemah 6,5% ke US$83,47 per barel. Penurunan terjadi setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah mulai mereda.
Iran menyatakan akan menghentikan serangan selama Amerika Serikat juga menahan operasi militernya. Teheran tetap menerapkan prinsip “serangan dibalas serangan” dan telah menyampaikan sikap tersebut kepada Washington.
Amerika Serikat sebelumnya menghentikan kampanye pengeboman setelah hampir dua pekan melakukan serangan. Presiden Donald Trump disebut memberikan ruang bagi proses diplomasi, meskipun pilihan untuk kembali melakukan serangan masih terbuka.
Penurunan harga minyak juga membantu meredakan kekhawatiran inflasi. HSBC menilai lonjakan energi sebelumnya sempat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve perlu mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Selama kedua negara tetap menahan serangan, harga minyak berpotensi melanjutkan koreksi. Namun, pasar masih rentan berbalik naik apabila konflik kembali memanas atau jalur pengiriman energi kembali terganggu.(yds)
Sumber: Newsmaker.id