Emas Terombang-ambing Isu Iran
Harga emas bergerak volatil pada perdagangan Senin (20/7), seiring pasar merespons berbagai kabar dari Timur Tengah. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.010 per troy ounce, relatif stabil secara harian setelah sempat naik ke level intraday US$4.040.
Emas sempat menguat lebih dulu setelah Iran dan Amerika Serikat sama-sama memberi sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan mediator telah bertukar pesan dengan Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Komentar tersebut sempat menekan dolar AS dan harga minyak, sehingga memberi ruang bagi emas untuk naik. Namun, penguatan emas tidak bertahan lama setelah muncul risiko geopolitik baru dari kawasan Laut Merah.
Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran dilaporkan mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kabar ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan membuat harga minyak rebound dari level terendah intraday.
Dolar AS juga kembali pulih setelah sempat melemah. Indeks dolar AS bergerak di sekitar 100,90 setelah sebelumnya turun ke 100,65. Pemulihan dolar dan kenaikan minyak membuat ruang penguatan emas menjadi terbatas.
Dampaknya ke market, emas masih berpotensi bergerak liar karena sentimen utama datang dari geopolitik. Jika kabar diplomasi makin kuat, emas bisa tertahan atau terkoreksi. Namun, jika konflik meluas ke jalur minyak Saudi dan Selat Hormuz, permintaan safe haven bisa kembali menopang emas, meski tetap dibatasi oleh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.(arl)
Sumber : Newsmaker.id