Emas Turun Jelang Risalah dari The Fed
Harga emas melemah pada perdagangan Rabu (8/7) setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memburuk. XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.050 per troy ounce, turun sekitar 1,40% pada hari itu.
Tekanan terhadap emas muncul karena investor kembali memburu dolar AS sebagai aset safe haven. Biasanya, ketegangan geopolitik bisa mendukung emas. Namun kali ini, pasar lebih fokus pada risiko kenaikan harga energi yang dapat membuat inflasi kembali panas.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik dengan Iran kini sudah “berakhir”. Trump juga menyatakan tidak ingin lagi berurusan dengan Iran. Pernyataan ini membuat kekhawatiran konflik semakin meningkat dan mendorong harga minyak naik.
Ketegangan makin tajam setelah AS menyerang infrastruktur militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Jalur ini sangat penting bagi pengiriman minyak dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut dapat langsung memicu kekhawatiran pasokan energi global.
Bagi emas, kenaikan harga minyak menjadi tekanan tidak langsung. Jika harga energi terus tinggi, inflasi berpotensi sulit turun. Kondisi ini bisa membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Kini, fokus pasar tertuju pada risalah rapat The Fed bulan Juni yang akan dirilis Rabu. Investor ingin melihat apakah bank sentral AS masih mempertahankan nada hawkish atau mulai lebih hati-hati. Selama dolar dan yield Treasury AS tetap kuat, emas berisiko tertahan di bawah tekanan meski risiko geopolitik meningkat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id