Wall Street Tertahan di Tengah Risiko Perang
Bursa saham AS bergerak mixed pada perdagangan Rabu (8/7) setelah sempat tertekan oleh kekhawatiran eskalasi perang AS-Iran. Tekanan awal datang dari kenaikan harga energi, namun indeks utama berhasil memangkas sebagian besar pelemahannya menjelang penutupan.
Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi ditutup naik 0,3%, sementara S&P 500 turun 0,3%. Sebelumnya, S&P 500 sempat melemah hingga 1,1% dan mendekati area rata-rata pergerakan 50 hari. Sektor material, consumer discretionary, dan finansial menjadi pemberat utama pasar.
Saham energi menjadi pengecualian dan bergerak menguat setelah Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata sementara dengan Iran sudah berakhir. Pernyataan itu muncul setelah AS melancarkan serangan baru ke Iran dan mencabut izin yang sebelumnya memungkinkan penjualan minyak Iran. Brent crude naik 5,9%, mendorong saham seperti Chevron, Venture Global, dan Diamondback Energy ikut menguat.
Risiko utama bagi pasar kini datang dari inflasi. Kenaikan harga minyak dapat memicu tekanan harga baru dan membuat Federal Reserve kembali mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Risalah FOMC Juni juga menunjukkan beberapa pejabat The Fed melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meski akhirnya tetap sepakat menahan suku bunga.
Di sisi lain, pasar saham AS masih ditopang harapan terhadap laporan keuangan kuartal II. Investor masih mencermati apakah reli saham semikonduktor dan perusahaan terkait AI bisa berlanjut. Jika laporan laba perusahaan kuat, sentimen positif bisa kembali menopang indeks meski risiko geopolitik masih tinggi.
Dari saham individu, Bloom Energy melemah setelah laporan negatif dari Hunterbrook Media. Alcoa dan Vale juga turun setelah Morgan Stanley memangkas rekomendasi saham keduanya. Sebaliknya, Dollar Tree menguat setelah mendapat upgrade dari Raymond James dan Goldman Sachs. Apple juga menjadi perhatian setelah memperluas kerja sama dengan Broadcom, sementara OpenAI bersiap merilis model tercanggihnya secara lebih luas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id