• Thu, Jul 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2026 03:44  |

Wall Street Tertahan di Tengah Risiko Perang

Bursa saham AS bergerak mixed pada perdagangan Rabu (8/7) setelah sempat tertekan oleh kekhawatiran eskalasi perang AS-Iran. Tekanan awal datang dari kenaikan harga energi, namun indeks utama berhasil memangkas sebagian besar pelemahannya menjelang penutupan.

Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi ditutup naik 0,3%, sementara S&P 500 turun 0,3%. Sebelumnya, S&P 500 sempat melemah hingga 1,1% dan mendekati area rata-rata pergerakan 50 hari. Sektor material, consumer discretionary, dan finansial menjadi pemberat utama pasar.

Saham energi menjadi pengecualian dan bergerak menguat setelah Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata sementara dengan Iran sudah berakhir. Pernyataan itu muncul setelah AS melancarkan serangan baru ke Iran dan mencabut izin yang sebelumnya memungkinkan penjualan minyak Iran. Brent crude naik 5,9%, mendorong saham seperti Chevron, Venture Global, dan Diamondback Energy ikut menguat.

Risiko utama bagi pasar kini datang dari inflasi. Kenaikan harga minyak dapat memicu tekanan harga baru dan membuat Federal Reserve kembali mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Risalah FOMC Juni juga menunjukkan beberapa pejabat The Fed melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meski akhirnya tetap sepakat menahan suku bunga.

Di sisi lain, pasar saham AS masih ditopang harapan terhadap laporan keuangan kuartal II. Investor masih mencermati apakah reli saham semikonduktor dan perusahaan terkait AI bisa berlanjut. Jika laporan laba perusahaan kuat, sentimen positif bisa kembali menopang indeks meski risiko geopolitik masih tinggi.

Dari saham individu, Bloom Energy melemah setelah laporan negatif dari Hunterbrook Media. Alcoa dan Vale juga turun setelah Morgan Stanley memangkas rekomendasi saham keduanya. Sebaliknya, Dollar Tree menguat setelah mendapat upgrade dari Raymond James dan Goldman Sachs. Apple juga menjadi perhatian setelah memperluas kerja sama dengan Broadcom, sementara OpenAI bersiap merilis model tercanggihnya secara lebih luas. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai