Risalah The Fed Gagal Angkat Dolar
Indeks Dolar AS atau DXY bergerak di sekitar area 101,00 pada perdagangan Rabu (8/7). Investor masih mencerna risalah rapat Federal Open Market Committee atau FOMC periode 16–17 Juni, yang menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Risalah tersebut menunjukkan bahwa The Fed masih mengambil sikap hati-hati. Para pejabat sepakat mempertahankan suku bunga, tetapi tetap melihat risiko inflasi masih tinggi. Beberapa pejabat juga menyoroti potensi tekanan harga dari investasi besar terkait AI, tarif yang lebih tinggi, serta ketegangan baru di Timur Tengah.
Isi risalah cenderung mendukung narasi suku bunga tinggi lebih lama. Sejumlah pejabat menilai kenaikan suku bunga tambahan bisa saja diperlukan jika inflasi bergerak ke arah yang kurang menguntungkan. Namun, dolar AS gagal menguat tajam karena pasar juga mempertimbangkan ekspektasi pertumbuhan yang lebih lemah dan data tenaga kerja AS yang mulai melambat.
Di pasar mata uang utama, EUR/USD pulih ke sekitar area 1,1430 meski risiko geopolitik masih membayangi. GBP/USD juga naik ke atas level 1,3400 dan menyentuh level tertinggi beberapa pekan karena melemahnya dolar secara luas. Sementara itu, USD/JPY masih bertahan tinggi di sekitar 162,50 karena yen Jepang tetap lemah terhadap dolar.
AUD/USD ikut menguat ke sekitar 0,6940, tetapi belum mampu membangun momentum yang kuat. Dolar Australia masih rentan terhadap ketidakpastian geopolitik dan narasi The Fed yang berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Selain itu, pasar juga menunggu data inflasi dan aktivitas ekonomi China, karena prospek Australia sangat terkait dengan permintaan komoditas dari China. (arl)
Sumber: Newsmaker.id