Emas Menguat Saat Ekspektasi Kenaikan Fed Mereda
Harga emas menguat pada Selasa (16/6) setelah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini menurun, menyusul kesepakatan perdamaian sementara AS-Iran yang menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi.
Emas spot naik 0,8% ke $4.338,97 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS bertambah 0,1% dan ditutup di $4.354,40.
Kesepakatan sementara yang diumumkan Presiden Donald Trump akan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz. Jalur tersebut sebelumnya secara efektif diblokir Iran sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari.
David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, mengatakan dukungan bagi pasar dalam dua sesi terakhir datang dari prospek tercapainya kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang. Menurutnya, perkembangan itu telah menekan suku bunga jangka pendek, menurunkan harga energi, dan mengurangi kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga pada akhir tahun.
Brent turun ke bawah $80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret, setelah melemah hampir 5% pada Senin pascapengumuman kesepakatan sementara. Penurunan minyak menjadi faktor penting karena dapat meredakan tekanan inflasi dari sisi energi dan mengurangi kebutuhan bank sentral untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat.
Pasar kini memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember menjadi 58% dari sekitar 70% sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool. Bagi emas, perubahan ekspektasi ini menjadi katalis positif karena aset non-yielding cenderung lebih sensitif terhadap prospek suku bunga dan yield yang lebih rendah.
Emas sebelumnya tertekan sejak awal perang AS-Israel melawan Iran, ketika lonjakan minyak memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi dapat bertahan lebih lama. Meski emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, lingkungan suku bunga tinggi tetap membatasi daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada rangkaian keputusan bank sentral pekan ini, termasuk keputusan The Fed pada Rabu yang menjadi rapat pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Di logam mulia lain, perak spot naik 0,7% ke $70,51 per ons, platinum menguat 2,7% ke $1.812,76, dan palladium naik 0,9% ke $1.360,75.(yds)
Sumber: Newsmaker.id