• Tue, Jun 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 June 2026 11:48  |

Gold Menguat, Deal AS–Iran Redakan Tekanan Inflasi

Harga emas menguat ke level $4.323 pada sesi Asia Selasa (16/6) karena pasar merespons kesepakatan kerangka damai antara Amerika Serikat dan Iran. XAU/USD melanjutkan reli setelah Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran disebut telah menandatangani salinan elektronik memorandum of understanding untuk mengakhiri konflik.

Trump mengatakan Selat Hormuz “sudah sebagian dibuka” dan akan “dibuka sepenuhnya” pada Jumat. Kabar ini membuat tekanan pada minyak, yield Treasury, dan dolar AS ikut mereda. Bagi emas, kondisi tersebut menjadi dukungan penting karena penurunan minyak dapat mengurangi kekhawatiran inflasi energi, sementara dolar dan yield yang lebih lemah membuat emas lebih menarik.

Namun, pasar belum sepenuhnya tenang karena AS dan Iran masih memberi sinyal berbeda soal beberapa detail penting. Iran disebut ingin menarik biaya tertentu di jalur Hormuz, sementara Trump menyatakan jalur itu akan dibuka tanpa tol. Selain itu, Trump juga memperingatkan bahwa serangan militer bisa dimulai kembali jika Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir final dengan AS.

Dari sisi kebijakan moneter, peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve ikut menurun setelah deal AS–Iran. CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember turun menjadi 58%, dari hampir 70% pekan lalu. Karena emas tidak memberikan imbal hasil, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung membantu menjaga momentum bullion.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada keputusan Fed pada Rabu. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, sambil menilai dampak lonjakan harga energi terhadap ekonomi. Untuk emas, arah berikutnya akan dipengaruhi oleh detail final deal AS–Iran, harga minyak, pergerakan dolar, yield AS, dan nada kebijakan Fed.

5 poin inti:

- Gold menguat di sesi Asia setelah kerangka damai AS–Iran diumumkan.

- Trump menyebut Hormuz sudah sebagian dibuka dan akan penuh pada Jumat.

- Minyak, yield, dan dolar yang melemah menjadi dukungan utama emas.

- Peluang kenaikan suku bunga Fed Desember turun ke 58% dari hampir 70%.

- Risiko tetap ada karena detail Hormuz dan kesepakatan nuklir belum final.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai