Emas Sedikit Pulih, Tren Mingguan Tetap Lemah
Harga emas naik tipis pada Jumat (12/6), tetapi tetap mencatat penurunan mingguan karena pasar masih menimbang dua faktor besar: harapan kesepakatan damai AS–Iran dan ekspektasi suku bunga tinggi menjelang rangkaian keputusan bank sentral pekan depan.
Spot gold naik 0,2% dan ditutup di US$4.218,91/oz, sementara kontrak berjangka emas menguat 3,1% ke US$4.239,75/oz. Namun dalam sepekan, harga spot masih turun 2,6%, dan futures melemah 2,9%, menunjukkan pemulihan akhir pekan belum cukup menghapus tekanan sebelumnya.
Sentimen emas sempat terbantu setelah Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran telah disetujui dan bisa ditandatangani secepatnya pada akhir pekan. Kesepakatan tersebut disebut dapat membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS terhadap Iran, serta memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Namun, kepastian deal masih belum solid. Trump kembali mengkritik Iran setelah media Iran melaporkan isi memorandum yang disebut mencakup pencairan dana beku dan pembahasan nuklir-ekonomi tanpa menyentuh program rudal. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan memorandum belum pernah sedekat ini, sementara Pakistan sebagai mediator menyebut teks final sudah disepakati dan proses masuk tahap berikutnya.
Bagi emas, perkembangan ini menciptakan tarik-menarik. Harapan damai menekan harga minyak dan mengurangi risiko inflasi energi, tetapi juga mengurangi sebagian permintaan safe haven. Pada saat yang sama, data CPI dan PPI AS pekan ini menunjukkan inflasi utama masih tinggi, sehingga pasar tetap memperhitungkan peluang The Fed mempertahankan kebijakan ketat atau bahkan menaikkan suku bunga.
Fokus pasar kini bergeser ke keputusan The Fed pekan depan, yang menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. JPMorgan memperkirakan suku bunga tetap di kisaran 3,5%–3,75%, tetapi inflasi yang masih jauh di atas target dan pasar tenaga kerja yang solid dapat mendorong nada kebijakan lebih hawkish. Selama prospek suku bunga tinggi masih kuat, ruang kenaikan emas tetap terbatas meski dolar melemah dan risiko geopolitik mulai mereda.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id