• Fri, Jun 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 June 2026 21:44  |

Emas Menuju Pelemahan Mingguan Kedua

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Jumat (12/6) dan mengarah pada penurunan mingguan kedua berturut-turut. Tekanan utama datang dari ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi, menjelang rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan.

Harga emas spot turun 0,2% ke level US$4.205,39 per ounce dan telah melemah sekitar 2,9% sepanjang pekan ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus justru naik 2,7% ke posisi US$4.226,10 per ounce.

Tekanan terhadap emas muncul karena pasar masih menilai inflasi Amerika Serikat berpotensi bertahan tinggi lebih lama. Meskipun harga minyak mulai turun setelah muncul kabar bahwa memorandum damai antara AS dan Iran dapat ditandatangani paling cepat Minggu, investor masih ragu bahwa tekanan inflasi akan cepat mereda.

Sejak perang di Teluk Persia pecah pada akhir Februari, emas berada dalam tekanan karena pasar mencemaskan lonjakan harga minyak dapat membuat inflasi kembali menguat. Dalam kondisi normal, emas sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika inflasi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi berkurang.

Data ekonomi AS pekan ini juga memperkuat tekanan tersebut. Harga produsen naik lebih tinggi dari perkiraan pada Mei, sementara inflasi konsumen melonjak di atas 4%. Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember berada di atas 58%, sehingga fokus investor kini tertuju pada rapat The Fed pada 16–17 Juni.

Rapat tersebut akan menjadi perhatian besar karena menjadi pertemuan pertama yang dipimpin Kevin Warsh. Pasar memperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga tetap, tetapi investor akan mencermati nada kebijakan dan proyeksi terbaru untuk membaca apakah bank sentral semakin hawkish atau mulai membuka ruang pelonggaran ke depan.

Di pasar logam mulia lainnya, perak spot turun 0,7% ke US$66,88 per ounce dan platinum melemah 0,4% ke US$1.712,77. Keduanya juga mengarah pada pelemahan mingguan. Sementara itu, palladium naik 1,6% ke US$1.285,03 dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan.

Secara opini, arah emas dalam jangka pendek masih akan sangat ditentukan oleh kombinasi inflasi AS, ekspektasi suku bunga The Fed, dan perkembangan damai AS-Iran. Jika kesepakatan damai benar-benar terealisasi dan harga minyak terus turun, tekanan inflasi bisa mereda. Namun, selama pasar masih melihat peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama, kenaikan emas berpotensi tetap terbatas.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai