Dolar Masih Tertekan, Pasar Pantau Peluang Damai AS–Iran
Indeks dolar AS bergerak naik tipis ke sekitar level 99,8 pada Jumat (12/06), tetapi masih menahan sebagian besar pelemahan dari sesi sebelumnya. Tekanan terhadap dolar muncul karena permintaan aset safe haven mulai berkurang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini di Eropa.
Pernyataan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar global. Harga minyak turun tajam karena investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Turunnya harga minyak juga meredakan kekhawatiran bahwa inflasi akan terus membandel akibat lonjakan biaya energi.
Namun dari sisi data ekonomi, tekanan inflasi di AS masih belum sepenuhnya hilang. Data Producer Price Index atau PPI AS menunjukkan harga produsen naik 6,5% secara tahunan pada Mei, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 6,4%. Angka ini menjadi level tertinggi sejak November 2022 dan menunjukkan dampak guncangan energi Timur Tengah mulai terasa pada biaya produksi.
Kondisi ini membuat pasar berada dalam posisi hati-hati. Di satu sisi, peluang damai AS–Iran menekan permintaan dolar sebagai aset aman. Namun di sisi lain, data inflasi yang masih panas dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve berpeluang menaikkan suku bunga lagi pada akhir tahun ini. Artinya, arah dolar selanjutnya masih akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan sikap The Fed. (asd)
Sumber: Newsmaker.id