• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 June 2026 16:37  |

Emas Melemah, Pasar Pantau Lambatnya Deal AS-Iran

Harga emas melemah pada perdagangan Senin (1/6), tertekan karena investor kembali memasuki pekan baru tanpa kepastian soal tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Spot gold turun sekitar 1% ke level US$4.494,91 per ons pada pukul 09.34 waktu London, setelah sempat merosot hingga 1,1% dan bergerak di bawah area psikologis US$4.500 per ons.

Pelemahan ini terjadi setelah optimisme pasar sempat meningkat pada Jumat lalu, ketika AS dan Iran dinilai bergerak lebih dekat menuju kesepakatan yang dapat membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz. Namun, harapan tersebut kembali meredup setelah kedua pihak kembali bersitegang di sekitar jalur strategis tersebut dan saling mengajukan perubahan terhadap draf kesepakatan.

Kondisi ini ikut mendorong harga minyak naik dari posisi terendah enam minggu, karena pasar kembali memperhitungkan risiko gangguan pasokan energi. Kenaikan harga energi berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi, sehingga bank sentral, termasuk Federal Reserve, kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Situasi ini menjadi tekanan bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Analis Vantage Markets, Hebe Chen, menilai emas saat ini berada dalam tarik-menarik antara permintaan safe haven akibat ketidakpastian perang dan tekanan dari real yield yang sensitif terhadap kebijakan The Fed. Selama arah konflik dan inflasi belum jelas, emas berpotensi tetap bergerak dalam rentang terbatas. Namun, jika inflasi terus menopang dolar dan yield riil, emas berisiko kehilangan pijakan dan membuka peluang pelemahan lanjutan.

Penyebab Utama

Emas melemah karena belum ada kepastian damai AS-Iran, harga minyak kembali naik, dan pasar menilai risiko inflasi masih tinggi. Tekanan tambahan datang dari ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama, sehingga dolar dan yield riil tetap menjadi lawan berat bagi gold.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Area US$4.500 menjadi level psikologis penting bagi emas. Jika harga bertahan di bawah area ini, tekanan jual berpotensi berlanjut. Namun, jika konflik kembali memburuk dan permintaan safe haven meningkat, emas masih punya peluang rebound. Fokus pasar berikutnya tertuju pada perkembangan Selat Hormuz, pernyataan The Fed, pergerakan dolar, dan arah harga minyak.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai