Emas Melemah di Bawah $4.700, Bertahan di Sesi Eropa
Harga emas (XAU/USD) bertahan dalam tekanan pada sesi Eropa Rabu (13/05), diperdagangkan sedikit di bawah $4.700. Bias jual masih terbatas karena belum ada dorongan bearish yang kuat, namun penguatan dolar AS membuat emas melanjutkan pelemahan untuk hari kedua.
Hal tersebut utamnya dipicu dari data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan. CPI headline naik ke 3,8% yoy pada April (mendekati level tertinggi hampir tiga tahun), sementara inflasi inti naik 0,4% (mom) dan 2,8% (yoy), menjauh dari target The Fed 2%. Sedangkan, repricing ekspektasi suku bunga membuat pasar memperhitungkan sekitar 35% peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, memperkuat bias hawkish.
Kenaikan ekspektasi kebijakan ini ikut mendorong yield Treasury AS lebih tinggi, yang memperpanjang reli dolar. Yield tenor panjang sempat menyentuh area 5,0% dan yield tenor pendek tetap dekat 4%, menegaskan tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di saat yang sama, kekhawatiran inflasi dinilai masih mendapat dukungan dari harga minyak yang tinggi di tengah kebuntuan AS–Iran.
Dari sisi geopolitik, memburuknya prospek kesepakatan damai AS–Iran dan ketegangan terkait program nuklir serta jalur strategis Selat Hormuz menjaga permintaan defensif terhadap dolar sebagai mata uang cadangan. Dinamika ini menjadi faktor tambahan yang menekan emas, meski secara historis risiko geopolitik bisa menahan penurunan emas ketika volatilitas pasar meningkat.
Namun absennya follow-through selling membuat pasar cenderung berhati-hati untuk mengejar penurunan lebih lanjut setelah emas terkoreksi dari puncak tiga pekan. Fokus berikutnya tertuju pada rilis US Producer Price Index (PPI) dan perkembangan geopolitik, serta sikap pelaku pasar menjelang rencana pertemuan dua hari antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang berpotensi memengaruhi arah dolar dan pergerakan jangka pendek XAU/USD. (asd)
Sumber: Newsmaker.id