Emas Belum Aman, Ini yang Akan Terjadi!
Harga emas hari ini masih bergerak hati-hati di sekitar US$4.600 per ons, setelah sempat melemah pada perdagangan Senin (4/05). Tekanan datang dari kekhawatiran inflasi dan arah kebijakan suku bunga AS yang masih belum pasti.
Secara fundamental, konflik Iran masih menjadi faktor utama yang menahan pelemahan emas terlalu dalam. Rencana AS membantu kapal keluar dari Selat Hormuz membuat pasar sedikit lebih tenang, tetapi peringatan Iran terhadap campur tangan AS tetap menjaga risiko geopolitik tetap tinggi.
Di sisi lain, harga minyak yang masih berada di level tinggi membuat kekhawatiran inflasi belum hilang. Jika inflasi energi terus menekan ekonomi, The Fed bisa lebih lama menahan suku bunga tinggi, bahkan membuka ruang sikap lebih hawkish. Kondisi ini kurang ideal bagi emas karena emas tidak memberi imbal hasil.
Dari sisi teknikal, area US$4.600 menjadi level penting yang sedang diuji pasar. Selama harga mampu bertahan di atas area ini, emas masih punya peluang rebound terbatas. Namun jika level ini ditembus kuat, tekanan jual bisa mengarah ke area support berikutnya di sekitar US$4.560 hingga US$4.510.
Resistance terdekat berada di sekitar US$4.660. Jika emas mampu menembus area tersebut, peluang pemulihan bisa terbuka menuju kisaran US$4.700. Tetapi selama belum ada dorongan kuat dari pelemahan dolar atau memburuknya konflik geopolitik, kenaikan emas kemungkinan masih terbatas.
Untuk hari ini, bias emas cenderung netral ke bearish. Trader perlu mencermati perkembangan AS-Iran, pergerakan harga minyak, arah dolar AS, serta sinyal dari pejabat The Fed. Selama sentimen suku bunga tinggi masih dominan, emas belum sepenuhnya aman untuk kembali naik agresif.(asd)
Sumber: Newsmaker.id