Asia Menguat, Risiko Membayangi
Bursa saham Asia bergerak menguat pada awal perdagangan Senin, ditopang optimisme di sektor teknologi dan kuatnya kinerja emiten besar. Indeks MSCI Asia Pacific naik, dengan Korea Selatan memimpin penguatan karena sentimen positif terhadap sektor kecerdasan buatan.
Sentimen pasar ikut terdorong setelah indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor pada akhir pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq 100 ditutup di level tertinggi, didukung laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang lebih kuat dari perkiraan.
Meski begitu, pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan mulai memandu kapal-kapal yang tidak terlibat konflik melewati Selat Hormuz. Namun, pejabat Iran memperingatkan bahwa campur tangan AS di jalur tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Harga minyak sempat turun, tetapi kembali berbalik naik karena ketidakpastian pasokan masih tinggi. Brent kembali bergerak di atas US$108 per barel, sementara dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama. Yen Jepang sedikit menguat setelah laporan adanya intervensi untuk mendukung mata uang tersebut.
Secara umum, pasar masih menunjukkan minat terhadap aset berisiko, tetapi investor tetap berhati-hati. Harapan damai AS-Iran, kuatnya kinerja perusahaan, dan ketahanan ekonomi AS menjadi faktor pendukung, namun risiko energi mahal, suku bunga tinggi, serta dampak ekonomi dari konflik masih dapat menekan pasar dalam beberapa pekan ke depan.(asd)
Sumber : Newsmaker.id