Sinyal Negoisasi Iran Angkat Emas
Harga emas menguat setelah dua sesi turun, ditopang meredanya kekhawatiran inflasi seiring optimisme baru bahwa perang AS–Iran bisa berakhir lewat negosiasi. Bullion sempat naik hingga 1,2% ke US$4.797/oz, memangkas pelemahan dua hari sebelumnya.
Penguatan terjadi meski AS memulai blokade angkatan laut terkait Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengatakan pejabat Iran mendekati pemerintahannya dengan keinginan “mencapai kesepakatan”, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran siap melanjutkan pembicaraan damai dalam kerangka hukum internasional. Di pasar, minyak melemah dan berada di bawah US$100/barel, ekuitas menguat, sementara pengukur dolar turun untuk hari ketujuh beruntun—rekor pelemahan terpanjang dalam dua tahun—membuat emas berdenominasi dolar lebih terbantu.
Turunnya harga energi meredakan sebagian tekanan inflasi yang membebani emas sejak konflik dimulai lebih dari enam pekan lalu. Namun risiko guncangan pasokan dan tekanan ekonomi masih membayangi, terutama karena blokade AS terhadap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran meningkatkan ketegangan. Pasar uang AS masih mematok peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember di bawah 20%, mencerminkan kehati-hatian terhadap inflasi.
Pada 09:43 waktu New York, spot gold naik 1% ke US$4.790,88/oz. Perak melonjak 3,5% ke US$78,23, sementara indeks dolar Bloomberg turun 0,4%. Meski pulih moderat dalam beberapa pekan terakhir, emas masih turun sekitar 10% sejak konflik pecah pada akhir Februari, setelah sebelumnya tertekan aksi jual untuk menutup kerugian di aset lain saat likuiditas mengetat. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id