Emas Rebound saat Sinyal Negosiasi AS–Iran Muncul Lagi
Harga emas menguat tipis setelah dua sesi turun, seiring pasar menilai peluang menghidupkan kembali pembicaraan damai AS–Iran dapat meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat menekan bullion. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.765/oz pada awal sesi, memulihkan sebagian besar penurunan 0,6% dalam dua hari sebelumnya.
Penguatan terjadi meski AS mulai menerapkan blokade laut di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengatakan pejabat Iran telah menghubungi pemerintahannya dengan keinginan “membuat kesepakatan.” Secara terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran siap melanjutkan pembicaraan damai dalam kerangka hukum internasional.
Seiring munculnya harapan diplomasi, harga minyak melemah dan kembali di bawah US$100/barel, sementara saham menguat. Indeks dolar turun sekitar 0,2%, memberi dukungan tambahan bagi emas yang dihargakan dalam dolar.
Turunnya energi membantu meredakan tekanan inflasi yang selama enam pekan terakhir membebani emas. Lonjakan biaya energi sebelumnya membuat pasar menilai bank sentral cenderung menahan suku bunga lebih lama, bahkan membuka peluang pengetatan—kondisi yang biasanya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Namun, risiko guncangan pasokan energi belum hilang. Blokade AS di Hormuz tetap meningkatkan tekanan terhadap Iran, dengan angkatan laut AS bergerak membatasi kapal yang melintas ke dan dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. Karena tensi masih tinggi, pasar uang AS tetap mematok peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini di bawah satu banding lima.
Meski sempat pulih moderat dalam beberapa pekan terakhir, emas masih turun sekitar 10% sejak konflik pecah pada akhir Februari. Pada fase awal perang, tekanan likuiditas mendorong investor menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain. Pada 07:11 waktu Singapura, emas spot naik 0,5% ke US$4.765,03/oz, perak naik 0,4% ke US$75,88/oz, sementara platinum dan paladium ikut menguat.
5 Poin Inti :
- Emas naik tipis ke sekitar US$4.765/oz setelah dua hari turun.
- Trump klaim Iran menghubungi AS untuk “membuat kesepakatan”; Iran siap lanjut bicara damai.
- Minyak turun di bawah US$100, saham menguat, dolar melemah, mendukung emas.
- Turunnya energi meredakan risiko inflasi, tetapi blokade Hormuz menjaga ketidakpastian tinggi.
- Pasar uang AS masih melihat peluang rate cut tahun ini <20%; emas masih turun -10% sejak akhir Februari.(asd)
Sumber: Newsmaker.id