Dolar Terjun ke Level Pra-Perang Iran
Indeks dolar (DXY) turun di bawah area 98 pada Selasa (14/4), memperpanjang pelemahan menjadi tujuh sesi beruntun dan menyentuh level terendah sejak akhir Februari, sebelum konflik Iran pecah. Pelemahan terjadi ketika pelaku pasar kembali menimbang peluang tercapainya gencatan senjata permanen AS–Iran.
Meski negosiasi akhir pekan gagal dan Presiden Donald Trump mengumumkan blokade terhadap pengiriman minyak Iran, ia kemudian mengatakan Teheran telah melakukan kontak dan terbuka untuk diskusi lanjutan. Harapan gencatan senjata dan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz ikut menekan harga minyak, meredakan tekanan inflasi energi, dan mengurangi ekspektasi pasar terhadap pengetatan The Fed yang lebih agresif.
Dari sisi data, inflasi produsen AS naik 0,5% pada Maret—lebih rendah dari perkiraan—sementara data ADP menunjukkan ekonomi menambah 39.250 pekerjaan pada pekan yang berakhir 28 Maret, mencatat empat pekan berturut-turut pertumbuhan kerja yang solid. Pasar kini memantau headline diplomasi AS–Iran, dinamika Hormuz dan minyak, serta data inflasi/tenaga kerja berikutnya untuk menguji apakah pelemahan dolar berlanjut atau hanya koreksi sementara.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id