Emas Ambles, Dolar Menguat usai Trump Perkeras Sikap atas Iran
Harga emas anjlok hampir 4% ke sekitar $4.600 per ons pada Kamis (2/4), memutus reli empat hari, setelah dolar AS dan harga minyak melonjak menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berjanji meningkatkan serangan ke Iran.
Komentar Trump dinilai memperbesar risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, sehingga menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dalam pidatonya pada Rabu, Trump menyatakan AS “hampir mencapai” tujuan militernya di Iran, namun tidak memberikan kejelasan kapan konflik sebulan terakhir akan berakhir. Alih-alih memberi timeline penghentian perang, ia menegaskan AS akan menghantam Iran “sangat keras” dalam “dua hingga tiga minggu” ke depan, yang memicu pasar kembali menaikkan premi risiko geopolitik dan energi.
Dari pihak Iran, Teheran menolak klaim Trump bahwa Iran meminta gencatan senjata dan menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Angkatan Laut IRGC. Penguatan dolar sebagai aset safe haven ikut menekan emas yang berdenominasi dolar. Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, emas tercatat telah turun sekitar 13%, menandakan pergeseran sentimen dari “lindung nilai” menuju tekanan likuidasi saat dolar dan ekspektasi suku bunga menguat.(yds)
Sumber: newsmaker.id