• Thu, Apr 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 April 2026 03:15  |

Harga Minyak Turun dalam Perdagangan Volatil Jelang Pidato Trump soal Perang Iran

Harga minyak melemah dalam sesi yang bergejolak pada Rabu (1/3), ketika pelaku pasar memusatkan perhatian pada apakah Presiden AS Donald Trump akan segera menyatakan berakhirnya perang di Iran. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 1,2% dan ditutup sedikit di atas US$100 per barel, setelah sebelumnya sempat merosot sekitar 4,8% intraday.

Tekanan muncul setelah Trump menulis di Truth Social pada awal Rabu bahwa Teheran meminta gencatan senjata. Pernyataan itu mendorong harga turun karena pasar menanti tanda-tanda pemulihan arus di Selat Hormuz, jalur vital yang disebut efektif terblokir oleh Iran sejak perang pecah pada akhir Februari. Iran menanggapi bahwa jalur tersebut tidak akan dibuka kembali hanya karena “pertunjukan absurd” dari pemimpin AS, dan masa depan rute transit utama itu akan ditentukan oleh Iran dan Oman.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump, dalam pidato prime-time pada Rabu, akan menonjolkan capaian militer AS dan menekankan bahwa penutupan operasi dapat terjadi dalam dua hingga tiga minggu. Namun, ketidakpastian pasar tetap tinggi karena meski ada pembicaraan deeskalasi, perang masih menekan arus energi melalui Hormuz, yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia. International Energy Agency (IEA) menyebut gangguan pasokan ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, dan harga beberapa jenis bahan bakar sempat menembus US$200 per barel.

Jika AS benar-benar mundur, pasar masih memperdebatkan seberapa cepat lalu lintas Hormuz dapat pulih, atau apakah pemulihan itu bisa terjadi sepenuhnya. Trump juga berulang kali menyiratkan bahwa sekutu-sekutu AS perlu membantu mengamankan selat tersebut. Kenaikan produksi energi dari kawasan pun dinilai membutuhkan waktu, meski meredanya ketegangan dapat menurunkan risiko kerusakan tambahan pada infrastruktur.

Di pasar derivatif, nilai sejumlah kontrak berjangka berjangka lebih panjang melemah dalam beberapa sesi terakhir, mengindikasikan sebagian pelaku pasar mulai memasang lindung nilai untuk potensi pasokan yang lebih besar pada bulan-bulan mendatang. Namun volatilitas masih bertahan dekat level tertinggi beberapa tahun, mendorong sebagian investor mengurangi ukuran posisi untuk menghindari pergerakan ekstrem.

Lonjakan harga energi akibat penutupan efektif Hormuz juga memicu kekhawatiran inflasi. Harga ritel bensin AS pekan ini menembus US$4 per galon untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022, yang berpotensi menambah tekanan politik bagi Trump.

Di sisi geopolitik, Trump kerap bergeser antara menyatakan kesepakatan dengan Iran sudah dekat dan memperingatkan kesiapan meningkatkan operasi militer. Laporan juga menyebut kelompok tempur kapal induk AS ketiga sedang menuju Timur Tengah, membuka kemungkinan eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang dipimpin AS dan Israel. Rentang skenario yang luas mendorong aktivitas di pasar opsi, dari spekulasi risiko penurunan tajam hingga taruhan terhadap lonjakan harga ekstrem.

Dari sisi fundamental fisik, persediaan minyak mentah AS naik sekitar 5,5 juta barel, level tertinggi sejak Juni 2023, menurut data mingguan Energy Information Administration (EIA). Sejumlah jenis minyak mentah terkait Atlantik mencetak level tertinggi baru dalam beberapa tahun pada Rabu, seiring meningkatnya permintaan untuk menggantikan pasokan Timur Tengah yang terhenti.

Pejabat AS belum secara eksplisit menjelaskan dengan siapa mereka berkomunikasi di Iran. Trump juga disebut mengutus Wakil Presiden JD Vance untuk menyampaikan ultimatum kepada Teheran agar mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur kunci.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam surat kepada warga Amerika pada Rabu, mengatakan negaranya tidak memilih konflik. Ia menyebut tindakan Iran sebagai respons terukur berbasis pembelaan diri yang sah, bukan inisiatif perang.

Di tengah optimisme deeskalasi, serangan dilaporkan masih berlanjut. Sebuah kapal tanker minyak disebut terkena serangan di dekat Qatar; kelompok angkatan laut Inggris mengatakan insiden itu memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan, tanpa laporan kerusakan lingkungan.

Pada penutupan, WTI untuk pengiriman Mei turun 1,2% menjadi US$100,12 per barel di New York. Brent untuk penyelesaian Juni turun 2,7% dan ditutup di US$101,16 per barel.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai