• Fri, Apr 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 April 2026 22:26  |

Logan: Ketidakpastian Perang Iran Uji Arah Kebijakan The Fed

Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan menilai prospek ekonomi AS kini dibayangi ketidakpastian yang “cukup besar” akibat perang di Timur Tengah, seraya menegaskan bank sentral siap menyesuaikan arah kebijakan mengikuti data ekonomi terbaru. Logan mengatakan ia kini lebih nyaman menilai kondisi melalui berbagai skenario, dengan kebijakan moneter diposisikan agar bisa merespons perkembangan secara bertahap.

Logan juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk menahan suku bunga pada pertemuan terakhir. Ia mencatat pertumbuhan payroll yang melemah membuatnya “tidak nyaman”, meski menilai pasar tenaga kerja cenderung stabil sejak paruh kedua 2025 hingga awal tahun ini. Menurutnya, arus imigrasi ikut mengubah titik keseimbangan pasar kerja sehingga kebutuhan penciptaan pekerjaan untuk menjaga stabilitas bisa mendekati nol.

Dari sisi harga, Logan menekankan ia belum yakin inflasi melandai cukup cepat bahkan sebelum perang dimulai, dan menilai pemulihan inflasi ke 2% tetap menjadi prioritas. Pada saat yang sama, ia menyebut investasi bisnis masih kuat dan konsumen relatif tangguh.

Perang Iran, kata Logan, meningkatkan ketidakpastian sekaligus menambah risiko di dua sisi mandat The Fed, sehingga penyusunan proyeksi terbaru menjadi lebih menantang. Jika konflik cepat mereda, dampak ekonomi dinilai bisa lebih moderat, karena AS masih memiliki sejumlah bantalan terhadap guncangan.

Salah satu pertanyaan kunci adalah apakah disrupsi perang akan memicu investasi yang lebih besar pada produksi energi AS. Logan menilai produsen energi tampaknya membutuhkan harga yang lebih tinggi dalam periode lebih panjang untuk mendorong kenaikan produksi, dan sejauh ini ia belum mendengar tanda lonjakan produksi energi AS yang signifikan. Variabel yang akan dipantau pasar berikutnya mencakup arah inflasi, kekuatan payroll, perkembangan konflik, harga energi, serta sinyal investasi sektor energi domestik. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai