Emas Terus Rebound di Tengah Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Harga emas naik di atas $4.730 per ons pada hari Rabu (1/4), didorong oleh pelemahan Dolar AS setelah adanya tanda-tanda de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah meminta gencatan senjata, meskipun ia menekankan bahwa AS hanya akan mempertimbangkan kesepakatan tersebut setelah Selat Hormuz berfungsi sepenuhnya dan mengancam akan melanjutkan eskalasi jika serangan terhadap kapal terus berlanjut.
Perkembangan ini mengurangi kebutuhan akan aset aman (safe haven) dan membantu menekan harga minyak dari puncaknya yang baru-baru ini tercatat, sementara indeks dolar mereda setelah mencapai puncak tertinggi dalam sepuluh bulan pada hari Senin.
Meskipun demikian, keuntungan emas dibatasi karena hasil obligasi 10-tahun berhenti mengalami penurunan setelah kenaikan 37 basis poin pada bulan Maret, seiring dengan data baru yang menunjukkan sektor swasta menambah 62 ribu pekerjaan dan penjualan ritel meningkat 0,6%.
Meskipun mengalami penurunan lebih dari 13% pada bulan Maret, emas tetap sensitif terhadap kebijakan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini, saat para trader menimbang daya tahan ekonomi AS di tengah volatilitas geopolitik yang terus berubah.
Penyebab:
Kenaikan harga emas dipicu oleh pelemahan Dolar AS setelah perkembangan positif dalam ketegangan Timur Tengah, terutama terkait dengan kemungkinan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Selain itu, data ekonomi AS yang menunjukkan sektor swasta dan penjualan ritel yang lebih kuat memberikan sinyal bahwa ekonomi AS mungkin cukup tangguh untuk menghadapi guncangan energi.
Akibat:
Pelemahan Dolar AS dan ketegangan geopolitik yang mereda mendorong investor untuk mencari aset seperti emas, meskipun adanya pembatasan terhadap kenaikan harga emas akibat hasil obligasi yang lebih tinggi. Volatilitas geopolitik yang berkelanjutan dan kebijakan moneter yang lebih dovish dari Federal Reserve juga akan terus mempengaruhi dinamika harga emas di masa depan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id