EUR/USD Terkoreksi Saat Investor Kembali Masuk ke Dolar
EUR/USD bergerak turun setelah pidato terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal perang Iran mendorong pasar kembali memburu dolar AS. Reuters melaporkan indeks dolar naik sekitar 0,3% ke 99,925, sementara euro melemah sekitar 0,3% setelah investor menilai pidato Trump tidak memberi kepastian soal kapan konflik benar-benar akan mereda.
Reaksi pasar berubah karena isi pidato Trump dinilai campuran. Di satu sisi, ia mengatakan tujuan strategis utama AS di Iran sudah mendekati penyelesaian. Namun di sisi lain, ia juga memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran bisa dilakukan “extremely hard” dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Bagi pasar valas, kombinasi pesan seperti ini justru memperkuat permintaan terhadap dolar sebagai aset aman, sehingga euro kehilangan tenaga terhadap greenback.
Tekanan terhadap EUR/USD juga datang dari perubahan mood pasar global yang kembali defensif. Reuters mencatat saham dunia melemah dan harga minyak melonjak setelah pidato Trump, karena investor melihat belum ada roadmap gencatan senjata yang jelas. Dalam situasi seperti ini, dolar biasanya lebih diuntungkan dibanding euro karena dianggap lebih likuid dan lebih aman ketika ketidakpastian geopolitik meningkat.
EUR/USD turun bukan semata karena euro punya masalah baru, tetapi karena dolar kembali mendapat tenaga dari arus safe haven. Jadi fokus pasar sekarang bukan hanya pada euro, melainkan pada seberapa lama konflik Iran akan berlangsung dan apakah Washington benar-benar mengarah ke de-eskalasi atau malah membuka babak tekanan militer baru.
Penyebab
Dolar kembali menguat setelah pidato Trump. Reuters mencatat indeks dolar naik sekitar 0,3% ke 99,925.
Euro ikut tertekan. Reuters melaporkan euro melemah sekitar 0,3%, yang otomatis menekan EUR/USD.
Pidato Trump tidak memberi timeline gencatan senjata yang jelas. Itu membuat pasar mengurangi harapan de-eskalasi cepat.
Trump tetap membuka ruang eskalasi militer baru. Ia mengatakan AS akan menghantam Iran “extremely hard” dalam dua sampai tiga minggu.
Sentimen pasar berubah jadi defensif. Reuters mencatat saham turun dan minyak naik setelah pidato tersebut, tanda investor kembali memilih posisi aman.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id