Brent Meledak, Hormuz Membara!
Minyak melonjak setelah Trump mengancam AS akan menghantam Iran “sangat keras” dalam 2–3 minggu, meruntuhkan harapan de-eskalasi cepat. Brent sempat naik hingga 6,9% menembus US$108 karena Selat Hormuz masih efektif tertutup, sehingga premi risiko pasokan kembali melebar.
Pasar merespons risk-off: saham dan obligasi turun, dolar menguat, sementara emas dan kripto terkoreksi. Untuk oil, kunci pemantauan tetap status Hormuz dan sinyal eskalasi AS, karena ketidakjelasan timeline memperbesar upside risk harga serta risiko demand destruction jika level tinggi bertahan.
Harga minyak pada saat analisis ini di rilis berada pada level : $ 105.23
- Beli jika harga bergerak di bawah $ 105.90
- Jual jika harga bergerak di bawah $ 104.44
Resistensi 2: $ 108.15
Resistensi 1: $ 106.69
Support 1: $ 103.77
Support 2: $ 102.31
Perhatian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id