Emas Stabil saat Investor Menimbang Penundaan Serangan AS
Harga emas cenderung stabil setelah awal pekan yang sangat volatil, ketika investor menimbang keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran. Perkembangan ini meredakan sebagian kekhawatiran eskalasi, meski ketidakpastian di kawasan masih tinggi dan tetap memengaruhi arah pasar.
Emas bertahan di sekitar $4.400 per ons pada perdagangan awal, setelah memangkas kerugian besar pada Senin namun tetap menutup sesi turun hampir 2%. Perang di Timur Tengah menjaga harga energi tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi serta suku bunga yang lebih tinggi, memicu penurunan emas selama sembilan hari—rentetan terpanjang sejak 2023.
Saham AS menguat, sementara yield Treasury dan dolar melemah setelah Trump menunda serangan selama lima hari dan menyebut telah terjadi “diskusi produktif” dengan Iran. Trump juga mengisyaratkan kedua pihak bisa mengontrol Selat Hormuz secara bersama. Namun, Teheran membantah adanya pembicaraan dengan AS, membuat pasar tetap waspada dan pergerakan aset cenderung headline-driven.
Pada update terakhir di Asia, emas spot turun tipis 0,3% ke $4.394,96 per ons pada pukul 06:16 pagi di Singapura. Perak turun 0,1% ke $69,05, sementara platinum dan palladium juga melemah. Indeks Bloomberg Dollar Spot—pengukur dolar AS—menutup sesi sebelumnya turun 0,4%, memberikan sedikit ruang bagi emas untuk menahan tekanan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id