Emas Pangkas Penurunan usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Harga emas memangkas sebagian kerugian pada Senin (23/3) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington menggelar pembicaraan yang “baik dan produktif” dengan Iran, serta memerintahkan penundaan sementara untuk rencana serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Pernyataan ini memberi jeda singkat bagi pasar yang sebelumnya berada di bawah tekanan tinggi akibat kekhawatiran eskalasi perang.
Pada pukul 09:55 waktu AS (13:55 GMT), emas spot turun 0,9% ke $4.447,18 per ons, sementara emas berjangka turun 2,8% ke $4.481,39 per ons. Sebelumnya, emas spot sempat melemah ke level terendah sejak akhir Desember sebelum berbalik memangkas penurunan.
Sementara itu, perak spot justru menguat 1,2% ke $68,6065 per ons, mencerminkan respons pasar yang lebih positif pada logam mulia tertentu ketika tensi geopolitik terlihat sedikit mereda.
Dalam unggahan media sosial, Trump menyatakan pembicaraan dua hari terakhir untuk mengatur “penyelesaian lengkap dan total” permusuhan berlangsung “produktif.” Berdasarkan “tenor dan nada” pembicaraan yang akan berlanjut sepanjang pekan, Trump mengatakan ia telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda lima hari “semua” serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.
Sebelumnya, Trump mengancam akan melancarkan serangan baru ke infrastruktur energi dan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz pada Senin malam. Selat sempit di selatan Iran itu—jalur sekitar seperlima pelayaran dunia—menjadi titik panas utama konflik karena gangguan di area tersebut langsung memukul pasokan energi dan mendorong inflasi global.
Iran telah memperingatkan akan menarget fasilitas listrik Israel dan infrastruktur yang memasok pangkalan AS di Teluk Persia jika Washington menyerang jaringan energinya. Namun, laporan yang dikutip Wall Street Journal menyebut kantor berita Iran Fars, mengutip sumber, mengatakan tidak ada kontak langsung maupun tidak langsung dengan AS—bertentangan dengan klaim Trump soal adanya pembicaraan “produktif.”
Inti Newsmaker: jeda lima hari memberi ruang de-eskalasi dan membantu emas memangkas kerugian, tetapi bantahan Iran membuat pasar tetap waspada. Selama isu Hormuz dan risiko serangan energi belum benar-benar hilang, arah emas masih rawan berayun tajam.(yds)
Sumber: Newsmaker.id