Emas Tiba-tiba Loyo di Asia—Ada Apa?
Harga emas turun di sesi Asia pada Jumat (30/1) setelah sebelumnya sempat “liar” dan mencetak rekor tinggi. Saat laporan ini dibuat, emas global bergerak di kisaran $5.280 ribuan per ons.
Pelemahan ini terjadi karena pasar mulai ambil untung setelah reli besar-besaran beberapa hari terakhir. Setelah naik terlalu cepat, banyak trader memilih mengunci profit, sehingga harga terkoreksi.
Pergerakan emas minggu ini memang penuh “whipsaw”: sempat dekat $5.600, lalu berbalik turun tajam. Kondisi seperti ini biasanya muncul saat posisi spekulatif sudah padat dan pasar mudah terpancing aksi jual cepat.
Meski turun, latar belakangnya belum hilang: ketidakpastian global dan isu geopolitik masih bikin investor tetap memandang emas sebagai aset aman, hanya saja ritmenya lagi “pendinginan” sementara.
Dari sisi kebijakan, The Fed yang masih hati-hati membuat pasar terus menebak arah suku bunga berikutnya. Ketidakpastian ini sering bikin emas naik-turun tajam karena ekspektasi bunga sangat mempengaruhi daya tarik emas.
Faktor lain: dolar dan yield AS yang berubah-ubah ikut membuat harga emas sensitif. Saat dolar menguat/yield naik, emas biasanya lebih gampang tertekan—apalagi setelah reli besar.
Kesimpulannya, ini lebih terlihat sebagai koreksi setelah euforia ketimbang “cerita emas selesai”. Tapi dalam kondisi volatil seperti sekarang, pasar tetap rawan lanjut swing—jadi fokus pelaku pasar biasanya ke level psikologis berikutnya dan headline besar yang bisa mengubah mood dalam hitungan menit.(asd)
Sumber: Bloomberg.com