Emas “Bangkit” Ini Pantulan atau Jebakan?
Emas naik dan memangkas sebagian kerugian setelah reli besar yang sempat “patah” mendadak membuat harga turun 13% hanya dalam dua hari. Perak juga ikut bangkit, menandakan pasar mulai mencoba stabil setelah guncangan ekstrem.
Di sesi Asia, spot gold sempat melonjak hingga 4,2% ke atas $4.855/ons. Ini terjadi setelah emas turun 4,8% di sesi sebelumnya, melanjutkan aksi jual tajam pada Jumat yang disebut sebagai penurunan terburuk dalam lebih dari satu dekade. Perak bahkan sempat naik hingga 8,1%, sempat tembus $85, sebelum memangkas kenaikan.
Strategis pasar menilai “fondasi” yang mendukung emas sebenarnya belum berubah banyak dibanding sebelum koreksi Jumat. Tapi volatilitas kemungkinan tetap tinggi karena pasar masih mencerna dislokasi harga dan menilai ulang selera risiko.
Sebelumnya, emas dan perak sempat jatuh dari rekor yang mengejutkan banyak trader. Reli bulan lalu dipicu kekhawatiran geopolitik, isu pelemahan nilai mata uang, serta kekhawatiran terhadap independensi bank sentral. Pembelian agresif dari spekulan China mempercepat reli—namun berbalik tajam ketika dolar AS rebound. Pada penutupan Senin, emas masih sekitar 17% di bawah rekor $5.595,47 (29 Jan), sementara perak turun lebih dari sepertiga dari puncaknya.
Arah berikutnya banyak ditentukan oleh perilaku investor China: apakah mereka kembali “buy the dip” saat harga turun. Akhir pekan lalu, pembeli ramai ke pasar bullion besar di Shenzhen untuk membeli perhiasan dan batangan jelang Tahun Baru Imlek. Pasar China juga akan libur lebih dari seminggu mulai 16 Februari, dan bank-bank BUMN setempat dilaporkan memperketat kontrol investasi emas untuk meredam volatilitas.
Sejumlah bank tetap optimistis emas bisa pulih. Deutsche Bank menegaskan kembali proyeksi emas berpotensi menuju $6.000/ons. Namun investor juga memantau situasi Iran, setelah Donald Trump menyebut pembicaraan soal kesepakatan nuklir baru bisa terjadi dalam beberapa hari—jika diplomasi berhasil, daya tarik emas sebagai safe haven bisa berkurang dan menekan harga.
Menjelang siang di Singapura, emas naik sekitar 3% ke $4.799,77/ons. Perak menguat 4,6% ke $82,91/ons, sementara platinum dan palladium ikut naik. Indeks dolar Bloomberg turun tipis 0,2%, setelah naik 0,3% di sesi sebelumnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id