• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 October 2025 12:01  |

Shutdown AS Bikin Mitra Dagang Gelisah: Perdagangan Global Terancam Terganggu

Ketidakpastian fiskal yang terjadi akibat shutdown pemerintahan Amerika Serikat mulai menimbulkan kegelisahan di kalangan mitra dagang utama Washington. Berbagai negara khawatir dampak penutupan sebagian layanan federal ini akan menekan arus perdagangan internasional dan mengguncang pasar global.

Shutdown membuat ribuan pegawai federal harus berhenti bekerja sementara, termasuk mereka yang bertugas dalam bidang administrasi impor-ekspor. Hal ini berpotensi memperlambat arus barang dari negara mitra dagang seperti Tiongkok, Jepang, Meksiko, hingga Uni Eropa. Penundaan pengurusan dokumen dan izin perdagangan diperkirakan dapat menambah biaya logistik serta mengganggu kelancaran rantai pasok.

Dari sisi nilai tukar, dolar AS cenderung melemah di tengah ketidakpastian fiskal. Kondisi ini memberi dampak beragam: eksportir ke AS bisa diuntungkan dari kurs, tetapi fluktuasi tajam justru memicu kerugian bagi perusahaan yang bergantung pada pembayaran dolar. Sementara itu, investor global lebih banyak beralih ke aset aman seperti emas, yen, dan franc Swiss, sehingga memperlebar volatilitas pasar.

Gangguan lain terlihat dari penundaan publikasi data ekonomi resmi Amerika, termasuk inflasi, tenaga kerja, serta neraca perdagangan. Keterlambatan ini menyulitkan para mitra dagang dan pelaku pasar untuk membaca arah kebijakan The Federal Reserve. Investor di obligasi pemerintah AS, terutama dari Jepang, Tiongkok, dan Eropa, juga mulai menunjukkan kekhawatiran atas risiko stabilitas fiskal.

Secara keseluruhan, mitra dagang utama Amerika—mulai dari Kanada, Meksiko, Tiongkok, Jepang hingga Uni Eropa—terancam ikut menanggung beban dari kebuntuan politik di Washington. Jika shutdown berlangsung lebih lama, gangguan pada perdagangan internasional dan pasar keuangan global bisa semakin dalam, menambah ketidakpastian bagi ekonomi dunia yang sudah menghadapi tekanan geopolitik dan inflasi.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai