PPI AS April Melonjak 1,4%, Tekanan Biaya Kembali Menguat!
Harga produsen (PPI) di Amerika Serikat naik 1,4% month-on-month (mom) pada April 2026, menjadi kenaikan terbesar sejak Maret 2022. Angka ini mengikuti kenaikan Maret yang direvisi naik menjadi 0,7%, sekaligus jauh melampaui perkiraan pasar 0,5%, memperkuat sinyal bahwa tekanan harga di tingkat hulu kembali memanas.
Kenaikan dipimpin oleh harga jasa yang naik 1,2%, juga yang tertinggi sejak Maret 2022. Lonjakan jasa terutama ditopang oleh kenaikan 3,5% pada margin wholesaling mesin dan peralatan, sementara sejumlah komponen lain turut mendorong biaya, termasuk transportasi truk untuk angkutan barang, ritel bahan bakar dan pelumas, serta ritel barang kesehatan, kecantikan, dan optik, diikuti layanan legal dan beberapa kategori wholesaling lainnya.
Di sisi barang, harga naik lebih tajam sebesar 2%, dipicu lonjakan 15,6% pada bensin. Harga jet fuel dan diesel juga meningkat, bersama kenaikan pada komoditas pangan tertentu seperti sayuran segar dan kering, serta kelompok input industri seperti bahan kimia industri dan residual fuels.
Bagi pasar, akselerasi PPI menambah risiko “second-round effects” ke inflasi konsumen melalui jalur biaya input, margin distribusi, dan harga energi. Perhatian berikutnya tertuju pada apakah lonjakan energi dan margin wholesaling bertahan pada bulan berikutnya, karena daya tahan tekanan biaya akan menentukan seberapa cepat inflasi bisa mereda dan bagaimana ekspektasi kebijakan moneter akan menyesuaikan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id