Sentimen Konsumen AS Naik ke Level Tertinggi Lima Bulan
Sentimen konsumen Amerika Serikat naik pada awal Juli ke level tertinggi dalam lima bulan. Kenaikan ini didorong oleh turunnya harga bensin yang membantu meringankan tekanan terhadap anggaran rumah tangga.
Indeks sentimen konsumen University of Michigan naik menjadi 54,4 pada Juli, dari 49,5 pada Juni. Angka ini melampaui seluruh perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg.
Penurunan harga bensin sepanjang Juni hingga awal Juli menjadi faktor utama yang memperbaiki kepercayaan konsumen. Namun, prospek inflasi kembali menjadi perhatian setelah konflik di Timur Tengah mulai mendorong harga energi naik lagi.
Dalam survei tersebut, konsumen memperkirakan harga akan naik 4,2% dalam satu tahun ke depan, turun dari 4,6% pada Juni. Sementara itu, ekspektasi inflasi jangka panjang untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan tetap berada di 3,3%.
Meski sentimen membaik, konsumen masih khawatir tekanan inflasi dapat kembali meningkat. Sebagian konsumen bahkan menilai kondisi saat ini lebih baik untuk membeli barang tahan lama sebelum harga naik di masa depan.
Dampaknya ke market, data ini menunjukkan konsumsi AS masih memiliki daya tahan, tetapi risiko inflasi belum sepenuhnya mereda. Jika harga energi kembali naik akibat konflik Timur Tengah, pasar berpotensi kembali mencermati arah kebijakan The Fed dan pergerakan dolar AS.(arl)
Sumber: Newsmaker.id