Emas Jebol US$4.000, The Fed Jadi Beban
Harga emas bertahan di bawah level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Jumat (17/7) dan berada di jalur pelemahan mingguan lebih dari 3%. Tekanan utama datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Amerika Serikat melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sepanjang pekan ini. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa AS dapat menargetkan infrastruktur Iran pada pekan depan jika upaya diplomasi tidak menghasilkan terobosan.
Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di sejumlah negara tetangga. Eskalasi ini membuat pasar khawatir konflik bisa berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pada pekan ini membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli semakin kecil. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh tetap menegaskan komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke target dan menjaga stabilitas harga.
Dampaknya ke market, emas masih tertekan karena investor menilai risiko inflasi energi bisa membuat The Fed tetap hati-hati. Selama pasar masih terpecah soal peluang kenaikan suku bunga pada September, emas sebagai aset tanpa imbal hasil berpotensi sulit bangkit kuat, terutama jika dolar dan yield kembali menguat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id