• Mon, Apr 27, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 April 2026 17:59  |

Trump Batalkan Kunjungan ke Pakistan, Negosiasi AS-Iran Kembali Macet

Ketegangan geopolitik kembali menguat setelah Presiden Donald Trump membatalkan kunjungan delegasi Amerika Serikat ke Pakistan, langkah yang menegaskan mandeknya upaya negosiasi lanjutan antara AS dan Iran yang sebelumnya diharapkan membuka ruang de-eskalasi.

Delegasi AS yang semula dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan di Islamabad, termasuk utusan khusus dan pejabat tinggi, dilaporkan dibatalkan setelah Iran tidak menunjukkan kesiapan melanjutkan dialog langsung. Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran disebut telah meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan, memperjelas kebuntuan diplomasi.

Situasi ini menyoroti jurang perbedaan yang masih lebar, terutama terkait program nuklir Iran dan tuntutan pencabutan sanksi. Dari sisi Washington, penundaan pertemuan mencerminkan penilaian bahwa posisi AS masih lebih kuat, sehingga memilih tidak melanjutkan pembicaraan tanpa kepastian hasil.

Mandeknya negosiasi juga memperbesar ketidakpastian global di tengah sensitivitas Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia. Absennya kemajuan diplomasi menjaga risiko gangguan rantai pasok energi tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Dalam kerangka transmisi pasar, kenaikan risiko geopolitik cenderung mendorong pergeseran ke mode risk-off, yang biasanya meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven sekaligus menaikkan premi risiko pada aset berisiko. Kanal energi menjadi kunci karena setiap peningkatan risiko di Hormuz dapat mempengaruhi ekspektasi inflasi dan proyeksi kebijakan.

Dari sisi implikasi pasar, emas berpotensi tetap mendapat dukungan sebagai lindung nilai ketidakpastian, sementara harga minyak cenderung bertahan kuat seiring kekhawatiran pasokan. Dolar AS juga berpeluang menguat di tengah permintaan aset aman, sementara pasar saham global berisiko tertekan akibat meningkatnya ketidakpastian dan volatilitas. (gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai