• Fri, Aug 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 August 2026 07:26  |

Trump Ubah Strategi, Tekanan Ekonomi Jadi Senjata Baru ke Iran

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mulai menggeser fokus strateginya terhadap Iran dengan kembali mengandalkan tekanan ekonomi. Setelah hampir enam bulan konflik belum menghasilkan perubahan besar dari Teheran, Washington kini memperkuat sanksi dan blokade laut untuk membatasi ekspor minyak Iran.

Pendekatan tersebut mengingatkan pada kebijakan “Maximum Pressure” yang digunakan Trump pada masa jabatan pertamanya. Pemerintah AS menilai kondisi ekonomi Iran saat ini jauh lebih lemah sehingga tekanan terhadap pendapatan minyak, akses ke sistem keuangan, dan perdagangan internasional dapat memberikan dampak yang lebih besar.

Pemerintah AS juga menilai posisi Iran di Selat Hormuz mulai melemah seiring meningkatnya kemampuan militer Amerika untuk mengawal kapal dan menjaga sebagian arus energi tetap berjalan. Namun, hingga saat ini tekanan tersebut belum membuat Iran mengubah sikap terkait program nuklir maupun pembukaan kembali Hormuz.

Ekonomi Iran sendiri telah mengalami tekanan besar akibat perang dan pembatasan ekspor minyak. Inflasi dilaporkan melonjak tajam, sementara nilai tukar rial melemah dari level sebelum konflik. Washington kini masih memiliki opsi untuk memperketat sanksi terhadap perusahaan, lembaga keuangan, hingga jaringan perantara yang membantu Iran memperoleh pendapatan dari ekspor energi.

Salah satu opsi yang sedang diperhitungkan adalah memperketat tekanan terhadap pembeli utama minyak Iran, termasuk China dan India. Namun, langkah terhadap institusi keuangan besar China berpotensi meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing, sehingga membuat strategi tersebut memiliki konsekuensi geopolitik yang lebih luas.

Analisis Newsmaker: Perubahan strategi Trump menunjukkan AS untuk sementara lebih memilih menekan Iran melalui ekonomi daripada memperluas operasi militer. Bagi pasar, fokus utama tetap pada apakah tekanan tersebut mampu mengubah posisi Teheran terkait Hormuz. Jika blokade dan sanksi semakin memperketat ekspor minyak Iran tanpa kemajuan diplomatik, risiko gangguan pasokan dapat menjaga harga minyak tinggi dan memperkuat permintaan safe haven. Sebaliknya, jika tekanan ekonomi akhirnya membuka jalan menuju negosiasi, premi geopolitik pada minyak dapat mulai berkurang.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

Teluk Membara, Hormuz Terkunci Lagi?

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang besar pada Minggu, menjadi eskalasi paling berat dalam beberapa bulan...

13 July 2026 07:39
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai