Jalur Minyak Saudi Terancam Blokade
Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan akan memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Langkah ini berpotensi mengganggu aliran jutaan barel minyak menyatakan akan member Saudi yang diekspor melalui Laut Merah.
Ancaman tersebut menambah risiko baru bagi pasokan minyak Timur Tengah. Sebelumnya, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz sudah nyaris berhenti akibat saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Laut Merah kini menjadi jalur penting bagi ekspor minyak Arab Saudi setelah kerajaan itu mengalihkan pasokan ke Pelabuhan Yanbu. Pengalihan ini dilakukan setelah perang AS-Iran membuat akses melalui Hormuz semakin terbatas.
Ekspor minyak Saudi melalui jalur tersebut sempat naik ke rekor 4,19 juta barel per hari pada bulan lalu. Namun, rute ini tetap rapuh karena kapal tanker harus melewati kawasan yang sebelumnya pernah menjadi target serangan Houthi.
Houthi menyebut blokade dilakukan sebagai respons atas apa yang mereka klaim sebagai pengepungan Saudi terhadap Sana’a, ibu kota Yaman. Ketegangan Riyadh dan Houthi juga meningkat setelah serangan terhadap bandara Sana’a dan balasan Houthi ke bandara di wilayah selatan Saudi.
Dampaknya ke market, harga minyak berpotensi tetap sensitif karena dua jalur penting, Selat Hormuz dan Laut Merah, sama-sama berada dalam tekanan. Jika blokade Houthi benar-benar mengganggu ekspor Saudi, Brent bisa kembali terdorong naik, sementara risiko inflasi global dan tekanan terhadap pasar saham juga berpeluang meningkat.(arl)
Sumber : Newsmaker.id