• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 June 2026 12:50  |

Trump: Iran Ingin Kesepakatan, Pasar Cerna Risiko Konflik dan Arah Negosiasi

Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran “sangat ingin membuat kesepakatan” dan menyebut hasilnya akan menguntungkan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di Truth Social, di tengah pasar yang masih sensitif terhadap arah negosiasi dan perkembangan terbaru konflik.

Komentar Trump muncul setelah US Central Command (Centcom) menyatakan telah melakukan serangan terhadap target di Iran selama akhir pekan. Kombinasi operasi militer dan pesan politik ini menempatkan fokus pasar pada dua hal sekaligus: apakah eskalasi akan berlanjut, atau justru mendorong percepatan jalur diplomasi.

Dalam unggahannya, Trump menilai tekanan politik domestik membuat proses negosiasi menjadi lebih sulit. Ia mengkritik pihak-pihak yang menurutnya terus “mengompori” narasi agar ia bergerak lebih cepat atau lebih lambat, hingga mendorong opsi perang atau sebaliknya, dan meminta publik “duduk tenang” karena semuanya akan berakhir baik.

Pasar keuangan menafsirkan pernyataan seperti ini sebagai sinyal bahwa pembicaraan masih berjalan, tetapi belum mencapai tahap final. Selama belum ada kepastian, volatilitas cenderung bertahan karena pelaku pasar harus menilai probabilitas skenario yang berbeda, mulai dari tercapainya kesepakatan, perpanjangan gencatan senjata, hingga risiko putaran eskalasi baru.

Di pasar minyak, harga West Texas Intermediate (WTI) pada saat laporan ini disusun tercatat naik 1,85% ke US$88,45. Kenaikan ini mencerminkan premi risiko geopolitik yang kembali masuk, seiring kekhawatiran gangguan pasokan dan jalur distribusi energi masih menjadi variabel utama yang langsung memengaruhi harga.

Dampak ke emas, dolar, dan minyak: minyak cenderung mendapat dukungan selama ketidakpastian konflik dan risiko gangguan pasokan tetap tinggi, sementara setiap sinyal kesepakatan yang kredibel biasanya menekan premi risiko minyak. Untuk dolar AS, meningkatnya ketidakpastian geopolitik kerap mendorong permintaan aset defensif, sehingga dolar bisa tetap firm. Emas berada di jalur “tarik-menarik”: risiko perang menjaga permintaan lindung nilai, tetapi jika kenaikan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga lebih tinggi (yang memperkuat dolar dan yield), ruang kenaikan emas bisa tertahan meski sentimen safe haven masih ada.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai