AUD/USD Tertekan Usai Data China yang Tidak Sesuai Ekspektasi
AUD/USD melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 0,7130 pada sesi Asia Senin (18/05). Dolar Australia tertekan setelah rilis data ekonomi China, mitra dagang utama Australia, menunjukkan pelemahan aktivitas.
Penjualan ritel China pada April hanya naik 0,2% (yoy), jauh di bawah ekspektasi 2,0% dan melambat dari 1,7% pada Maret. Produksi industri naik 4,1% (yoy), juga di bawah perkiraan 5,9% dan lebih rendah dari 5,7% sebelumnya, sementara investasi aset tetap tercatat -1,6% (ytd yoy) dibanding ekspektasi +1,6%.
Dari sisi eksternal, dolar AS menguat seiring pasar menilai Federal Reserve bisa mengambil sikap lebih agresif terhadap inflasi. Sejumlah pejabat The Fed menekankan inflasi sebagai prioritas utama dan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan bila tekanan harga bertahan.
Perubahan ekspektasi itu tercermin pada CME FedWatch, yang menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember naik ke sekitar 48% dari 14% sepekan sebelumnya. Dolar yang lebih kuat umumnya menekan mata uang berisiko dan membebani pergerakan AUD/USD.
Sentimen juga dibayangi meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik. AS dan Iran disebut masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz; pernyataan Presiden Donald Trump yang memperingatkan Iran menambah ketidakpastian, sementara penutupan jalur tersebut menjaga harga minyak tetap tinggi dan menambah beban bagi negara pengimpor energi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id