G7 Tahan Pelepasan Stok Minyak, Tapi Siapkan Tombol Darurat Redam Lonjakan Harga
Negara-negara G7 menyatakan siap mengambil langkah untuk mendukung pasokan energi global, termasuk opsi pelepasan cadangan minyak strategis, namun untuk saat ini menahan keputusan pelepasan di tengah lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel melawan Iran. Dalam telekonferensi para menteri keuangan, terdapat konsensus luas untuk tidak melepas stok “terlalu cepat” sembari menunggu penilaian lebih lanjut atas kondisi pasar dan pasokan fisik.
Sikap “siap bertindak, belum eksekusi” ini muncul ketika pasar minyak bergerak sangat volatil, dipicu kekhawatiran gangguan arus energi di kawasan Teluk dan jalur Selat Hormuz. Sejumlah laporan menyebut harga sempat melesat ke area di atas US$100 per barel sebelum terkoreksi tajam, seiring investor menilai peluang intervensi kebijakan dan perubahan risiko pasokan harian.
Pejabat Prancis menyebut G7 “belum sampai di titik itu” untuk mengoordinasikan rilis stok, menandakan keputusan masih bergantung pada bukti adanya kekurangan pasokan yang nyata, bukan semata respons terhadap kenaikan harga. Di sisi lain, Jepang mengatakan International Energy Agency (IEA) mendorong opsi rilis stok darurat terkoordinasi dalam pembahasan G7, mempertegas bahwa jalur koordinasi melalui mekanisme IEA tetap tersedia bila tekanan pasar memburuk.
Reuters melaporkan menteri-menteri energi G7 dijadwalkan menggelar telekonferensi lanjutan, sementara keputusan akhir berpotensi dibawa ke level pemimpin G7 pada pekan yang sama. Anggota G7 adalah Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Italia, Britania Raya, Jerman, dan Prancis.
Bagi pasar, pesan utamanya adalah G7 berupaya menahan premi risiko energi tanpa menambah volatilitas kebijakan: menunda rilis stok dapat dibaca sebagai keyakinan belum ada shortfall langsung, tetapi pernyataan “stand ready” menjaga batas atas psikologis harga ketika risiko pasokan meningkat. Variabel yang perlu dipantau adalah perkembangan konflik dan keamanan jalur pengiriman, indikasi gangguan pasokan fisik, serta sinyal lanjutan dari pertemuan menteri energi G7 dan koordinasi IEA terkait kapan opsi rilis stok akan benar-benar diaktifkan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id