Penjualan Rumah Baru AS Turun Tajam di April, Suku Bunga Tekan Daya Beli
Penjualan rumah baru di AS turun pada April lebih dalam dari perkiraan, memberi sinyal pasar perumahan masih kesulitan keluar dari pelemahan yang sudah berlangsung sekitar tiga tahun. Pembelian rumah keluarga tunggal baru turun 6,2% dari Maret menjadi laju tahunan 622.000, di bawah estimasi konsensus 660.000, menurut data yang dirilis pada hari Kamis (28/5).
Pelemahan ini terjadi meski pengembang menawarkan insentif untuk menarik pembeli di awal musim penjualan musim semi. Kenaikan suku bunga hipotek dan isu keterjangkauan masih menjadi hambatan utama, terutama bagi kelompok berpendapatan lebih rendah yang menilai harga rumah tetap terlalu mahal.
Dari sisi suplai, jumlah rumah baru yang tersedia untuk dijual pada April turun dibanding setahun lalu menjadi 489.000 unit. Pada laju penjualan saat ini, stok tersebut setara dengan 9,4 bulan persediaan, mengindikasikan pasar masih relatif longgar dan mendorong pengembang fokus mengurangi inventory ketimbang agresif menambah proyek.
Harga juga belum memberi ruang. Median harga rumah baru naik 2,2% dibanding setahun lalu menjadi US$422.500. Kenaikan harga yang berlanjut dinilai akan semakin menekan keterjangkauan, terutama setelah suku bunga hipotek disebut sudah naik lebih dari setengah poin persentase sejak perang Iran dimulai, yang meningkatkan beban cicilan dan mengurangi kemampuan beli.
Untuk pasar, data ini memperkuat kanal transmisi “suku bunga tinggi menahan sektor sensitif kredit”: permintaan perumahan melemah, builder menahan konstruksi, dan kontribusi sektor terhadap pertumbuhan berisiko tetap terbatas dalam beberapa bulan ke depan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id