S&P Global PMI: Aktivitas Bisnis Diperkirakan Masih Ekspansi Stabil di November
S&P Global pada hari Jumat (21/11) akan merilis data awal (flash) Indeks Manajer Pembelian (PMI) untuk bulan November dari sebagian besar ekonomi utama, termasuk Amerika Serikat (AS). Survei terhadap para eksekutif sektor swasta ini memberikan indikasi awal mengenai kondisi kesehatan ekonomi dunia usaha.
Pelaku pasar memperkirakan Global Services PMI akan berada di level 54,8, sama dengan angka bulan Oktober, sementara output manufaktur global diperkirakan berada di 52, sedikit di bawah angka 52,5 pada bulan sebelumnya. Sebagai catatan, Composite PMI bulan Oktober tercatat di level 54,6.
AS baru saja keluar dari periode penutupan pemerintahan (government shutdown) terpanjang dalam sejarahnya, yang membuat sangat sedikit data ekonomi makro dirilis dalam beberapa bulan terakhir. Negara tersebut baru mulai merilis data lagi pada hari Kamis, dimulai dengan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) September, yang menunjukkan ekonomi menambah 119.000 lapangan kerja baru, lebih baik dari perkiraan 50.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,3%, meski tingkat partisipasi angkatan kerja naik dari 62,3% menjadi 62,4%, yang sebagian mengimbangi kenaikan pengangguran tersebut. Akibatnya, pasar cenderung lebih optimistis, dan Dolar AS (USD) mengalami tekanan jual ringan dalam jangka pendek.
Meski begitu, “berharap”-nya pasar terhadap data ekonomi menjelang rapat kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) bulan Desember membuat data S&P Global PMI kali ini berpotensi memiliki dampak yang lebih besar dari biasanya terhadap pergerakan Dolar AS.
S&P Global secara terpisah melaporkan aktivitas manufaktur dan jasa melalui Manufacturing PMI dan Services PMI. Selain itu, mereka juga menyajikan kombinasi berbobot dari keduanya yang disebut Composite PMI. Secara umum, angka 50 atau lebih menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.
Laporan ini memiliki dua versi, yaitu estimasi awal (flash) dan revisi final yang biasanya dirilis sekitar dua minggu kemudian. Versi awal atau flash ini cenderung memberikan dampak yang lebih besar terhadap pergerakan Dolar AS.(yds)
Sumber: FXstreet.com