Brent Masih Bullish, Hormuz Jadi Penopang Utama
Fundamental Brent masih bullish, tetapi sudah masuk area yang rawan profit taking. Brent pagi ini bergerak sekitar US$91,8–US$91,9 per barel, naik hampir 1% dari sesi sebelumnya, sementara WTI berada di sekitar US$85,8. Brent melanjutkan kenaikan setelah sebelumnya mencatat penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.
Faktor bullish paling kuat tetap kebuntuan AS-Iran. Trump menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan dengan Teheran, sementara Iran menyatakan Selat Hormuz tetap ditutup sampai AS mencabut blokade pelabuhan, sanksi minyak, membebaskan aset Iran yang dibekukan, dan menghentikan operasi militer. Artinya, pasar belum melihat jalur diplomasi yang bisa membuat arus minyak kembali normal dalam waktu dekat.(mrv)*
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $91.83
- Buy jika harga bergerak ke $91.88
- Sell jika harga bergerak ke $91.78
Resisten 2: $92.50
Resisten 1: $92.16
Support 1: $91.34
Support 2: $90.88
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id