Minyak Menguat, Ketegangan Hormuz Berlanjut
Harga minyak melanjutkan kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata dengan Iran dan menolak tawaran damai terbaru Teheran. Brent diperdagangkan mendekati US$106 per barel usai naik 2,9% pada sesi sebelumnya, sementara WTI berada dekat US$101, di tengah kondisi Selat Hormuz yang digambarkan “hampir tertutup” dan tetap mengganggu arus minyak, gas, serta bahan bakar ke pasar global.
Trump menyebut gencatan senjata berada di “massive life support” dan mengecam respons Iran atas proposal AS untuk mengakhiri perang 10 pekan. Sumber yang memahami pembahasan menyebut Iran menuntut pencabutan blokade laut serta pelonggaran sanksi, namun tetap ingin mempertahankan kontrol atas lalu lintas di Hormuz; Bloomberg Economics menilai peluang kesepakatan damai komprehensif kecil dan risiko eskalasi kembali masih ada, meski kemungkinan hanya sementara sebelum mereda ke konflik level rendah. (asd)
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis berada di: $106.32
- Beli jika harga bergerak di bawah $106.92
- Jual jika harga bergerak di bawah $105.41
Resistensi 2: $109.00
Resistensi 1: $107.49
Support 1: $104.47
Support 2: $102.96
Perhatian: Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi pasti. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknis pada perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber : Newsmaker.id