
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,81% ke level 63.493 pada perdagangan Senin dan menyentuh posisi terendah dalam enam pekan. Pelemahan tersebut mengikuti tekanan pada indeks berjangka saham Amerika Serikat di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko keamanan dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sentimen terhadap sektor teknologi memburuk setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, meminta perusahaan-perusahaan AI memperlambat pengembangan model paling canggih karena adanya kekhawatiran terkait keamanan. Pernyataan tersebut membuat investor kembali mengevaluasi prospek dan risiko perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap industri AI.
Tekanan pasar juga datang dari lonjakan harga minyak setelah Arab Saudi menghentikan operasional pipa East-West. Jalur tersebut selama ini digunakan sebagai alternatif untuk menghindari Selat Hormuz. Kenaikan biaya energi kembali memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve dan Bank of Japan sama-sama berpeluang menaikkan suku bunga pada pekan ini. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan bagi saham teknologi dan perusahaan yang sensitif terhadap kenaikan biaya pendanaan.
Saham teknologi dan perusahaan terkait AI memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 6,4%, Advantest turun 2%, dan Taiyo Yuden melemah 5,4%. SoftBank Group bahkan merosot 10,7% setelah CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaan pembuat ChatGPT tersebut tidak berencana melakukan penawaran saham perdana atau IPO pada tahun ini.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id