
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Bursa Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Jumat (11/9), memperpanjang tekanan sepanjang pekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga energi. Indeks Hang Seng turun 0,6% atau sekitar 149 poin dan berakhir di level 24.806.
Sentimen pasar masih dibayangi harga Brent yang bergerak di atas US$109 per barel. Gangguan terhadap jalur pelayaran penting di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, sementara kenaikan harga minyak turut memperbesar risiko inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Tekanan juga datang dari pasar obligasi global. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak mendekati 5%, meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) AS serta pertemuan Federal Reserve pekan depan.
Saham teknologi menjadi salah satu pemberat utama indeks. Z.AI Co. turun 3,2%, MiniMax anjlok 7,5%, Lenovo melemah 3%, Kingboard Laminates turun 1,5%, sementara SMIC kehilangan 0,5%. Di tengah pelemahan saham AI, startup China Moonshot dilaporkan mempertimbangkan dual listing di Hong Kong dan Shanghai.
Tekanan terhadap saham Hong Kong juga terlihat dalam kinerja satu bulan terakhir. JD Logistics dan Kuaishou masing-masing telah merosot sekitar 26%, sementara Meituan, Shenzhou International, dan Trip.com kehilangan lebih dari 18%.
Analisa Newsmaker: Indeks Hang Seng masih menghadapi tekanan dari kombinasi oil shock, yield global tinggi, dan ketidakpastian kebijakan The Fed. CPI AS menjadi katalis utama berikutnya. Inflasi yang lebih panas dapat memperpanjang tekanan terhadap saham teknologi, sementara data yang lebih lunak berpotensi meredakan yield dan membuka peluang rebound. (arl)
Sumber: Newsmaker.id