
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa bergerak dekat level terendah dua bulan pada perdagangan Jumat (11/9) dan berada di jalur mencatat penurunan mingguan terdalam sejak April. Kekhawatiran terhadap suku bunga yang lebih tinggi dan lonjakan harga energi membuat investor semakin waspada terhadap risiko stagflasi di kawasan.
Indeks Stoxx Europe 600 naik tipis sekitar 0,3%, tetapi masih berada dekat level terendah dalam delapan pekan. Secara mingguan, indeks acuan tersebut telah melemah lebih dari 2%, yang berpotensi menjadi kinerja terburuk dalam sekitar lima bulan.
Di pasar utama, DAX Jerman naik sekitar 0,3%, CAC 40 Prancis menguat 0,5%, sementara FTSE 100 Inggris bertambah tipis 0,1%. Pemulihan terbatas tersebut belum mampu menghapus tekanan besar yang terjadi sepanjang pekan.
Sentimen pasar terutama dibayangi lonjakan harga energi. Brent melonjak hingga sekitar US$109,97 per barel, level tertinggi empat bulan, dan berada di jalur kenaikan hampir 13% sepanjang pekan. Gangguan lalu lintas tanker di Teluk Persia serta meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran Laut Merah memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan.
Tekanan semakin kuat setelah European Central Bank menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sikap ECB yang tetap hawkish di tengah lonjakan energi membuat pasar khawatir Eropa menghadapi kombinasi pertumbuhan ekonomi yang lemah, inflasi tinggi, dan biaya pinjaman yang tetap mahal.
Konflik Timur Tengah juga semakin meluas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran memperkuat posisinya di sekitar Mocha, Yaman. Perkembangan tersebut meningkatkan ancaman terhadap Bab al-Mandeb, sementara aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih terganggu.