
Trending

hong-kong
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (8/9), memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Indeks acuan Hong Kong turun sekitar 0,38% atau 96 poin ke level 25.317, sementara Hang Seng Tech Index terkoreksi lebih dalam sekitar 1,61% ke level 4.454.
Sentimen investor masih dibayangi kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat kembali mendorong inflasi membuat pasar mempertimbangkan risiko bahwa bank-bank sentral global akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Saham teknologi menjadi sumber tekanan utama. Z.AI anjlok sekitar 10%, MiniMax turun 5,6%, dan SMIC melemah sekitar 4,3%. Xiaomi juga turun 2,1%, sementara sejumlah saham teknologi besar lainnya bergerak negatif. Pelemahan sektor teknologi membuat Hang Seng Tech mengalami koreksi yang jauh lebih besar dibandingkan indeks utama.
Namun, penurunan indeks tertahan oleh data perdagangan China yang menunjukkan kinerja ekspor tetap kuat. Ekspor China pada Agustus melonjak 25% secara tahunan, sementara impor naik 28,2%. Surplus perdagangan mencapai US$119,09 miliar, didukung permintaan yang kuat terhadap semikonduktor, kendaraan, serta produk teknologi tinggi dan AI.
Aktivitas pasar IPO Hong Kong juga tetap tinggi. Shenzhen Longsys Electronics memulai perdagangan setelah menghimpun sekitar HK$7,08 miliar melalui penawaran saham perdana. Saham perusahaan penyimpanan data tersebut berakhir sekitar 1% lebih rendah pada debutnya, meski tingginya permintaan terhadap produk memori dan chip berbasis AI tetap menunjukkan minat investor terhadap sektor teknologi China.
Analisa Newsmaker: Hang Seng masih menghadapi tekanan jangka pendek karena kenaikan harga energi dan tingginya risiko geopolitik membebani saham teknologi serta aset berisiko. Data ekspor China yang kuat menjadi penahan koreksi, tetapi belum cukup untuk membalikkan sentimen. Selama sektor teknologi belum kembali mendapat momentum beli, indeks berpotensi tetap bergerak terbatas di sekitar area 25.000–25.500. (arl)
Sumber: Newsmaker.id